Ratusan Kader Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Tapak Suci Denpasar
MUHAMMADIYAHDENPASAR --Sebanyak 110 kader Tapak Suci mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk (UKTS) yang digelar Pimpinan Daerah (Pimda) 139 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Denpasar di SD Muhammadiyah 1 Denpasar, Sabtu–Ahad, 03–04 Oktober 2026. Kegiatan ini tidak hanya menguji kemampuan bela diri peserta, tetapi juga menanamkan disiplin, karakter, serta pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Sejumlah tahapan - tahapan penilaian dalam UKT, mulai dari tes lisan, praktik ibadah, latihan kebugaran, lintas alam, hingga sparing. Seluruh materi dirancang untuk menguji kemampuan fisik, mental, dan pemahaman keIslaman peserta.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Pimpinan Wilayah Tapak Suci Bali, pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah tingkat daerah, kepala sekolah, serta pendamping dari masing-masing unit latihan.
Ketua Panitia UKT, Arif Suherman, menyampaikan kegiatan ini didukung semua pihak, “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus mendukung kegiatan UKT ini sehingga dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Selain itu, Arif juga mengingatkan peserta untuk menjaga tata tertib selama kegiatan berlangsung sebagai bagian dari pembinaan disiplin.
Sultan Akbar, Sekretaris Pimda 139 Tapak Suci Denpasar menegaskan, UKT bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan bagian penting dalam proses pembentukan mental, kedisiplinan, dan karakter kader Tapak Suci.
“Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah,” kata Sultan di hadapan peserta dan tamu undangan.
Kegiatan UKT dibuka Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Denpasar, Tatang Wisnu Wardana, dalam sambutannya menyampaian perkembangan Tapak Suci di Denpasar terus menunjukkan capaian positif melalui berbagai prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti meningkatnya kualitas pembinaan kader di daerah.
Tatang berharap UKT ini mampu melahirkan kader Tapak Suci yang tidak hanya unggul dalam kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, dan pemahaman keislaman yang baik.