Dua Siswa SD Muhammadiyah 3 Denpasar Borong Juara 1 PORSADIN VII Tingkat Provinsi Bali
DENPASAR — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan peserta didik SD Muhammadiyah 3 Denpasar. Dua siswa sekolah tersebut berhasil meraih Juara 1 pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) ke-VII Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Provinsi Bali, Minggu (4/10/2026).
Dua prestasi tersebut diraih oleh Muhammad Mustofa Azizi yang berhasil menjadi Juara 1 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Putra dan Maria Dzikra Khaliqah Al Fathinah, siswa kelas 6C, yang sukses meraih Juara 1 Kaligrafi Putri.
Keberhasilan keduanya menjadi kabar menggembirakan bagi keluarga besar SD Muhammadiyah 3 Denpasar. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan potensi peserta didik di bidang keagamaan dan seni dapat melahirkan capaian terbaik di tingkat Provinsi Bali.
Kepala SD Muhammadiyah 3 Denpasar, Emma Rosada, S.S., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian yang diraih kedua peserta didiknya.
“Alhamdulillah, SD Muhammadiyah 3 Denpasar kembali mendapatkan kabar membanggakan dari prestasi peserta didik pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) ke-VII Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026,” ujar Emma.
Ia memberikan apresiasi kepada Muhammad Mustofa Azizi yang berhasil meraih Juara 1 MTQ Putra dan Maria Dzikra Khaliqah Al Fathinah yang meraih Juara 1 Kaligrafi Putri.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan, ketekunan dalam berlatih, keberanian untuk tampil, serta dukungan orang tua yang menjadi bagian penting dalam pengembangan bakat dan minat anak.
“Tak lupa apresiasi kami kepada orang tua yang menjadi mitra utama sekolah dalam pengembangan bakat dan minat anak-anak murid,” tambahnya.
Emma menegaskan, bagi sekolah, prestasi tidak semata-mata diukur dari piala maupun peringkat yang berhasil diraih. Lebih dari itu, setiap pencapaian merupakan bagian dari proses pendidikan dalam membentuk karakter peserta didik.
“Prestasi ini bukan semata-mata tentang piala dan peringkat. Lebih dari itu, prestasi ini menjadi bukti bahwa ketekunan, latihan, keberanian untuk tampil, serta pembiasaan nilai-nilai keagamaan dapat tumbuh menjadi kekuatan dan keunggulan peserta didik,” jelasnya.
Ia berharap para siswa dapat memahami bahwa menjadi juara bukanlah tujuan akhir. Prestasi justru menjadi bagian dari perjalanan untuk membangun karakter yang kuat, mulai dari belajar disiplin, berlatih dengan tekun, berani menghadapi tantangan, rendah hati ketika berhasil, hingga terus belajar setelah meraih kemenangan.
“Kami berharap anak-anak memahami bahwa menjadi juara bukanlah tujuan akhir. Prestasi adalah bagian dari proses membentuk karakter: belajar disiplin, berlatih dengan tekun, berani menghadapi tantangan, rendah hati ketika berhasil, dan terus belajar bahkan setelah meraih kemenangan,” tutur Emma.
Lebih lanjut, Emma menyebut prestasi Muhammad Mustofa Azizi dan Maria Dzikra Khaliqah Al Fathinah dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik SD Muhammadiyah 3 Denpasar.
Menurutnya, setiap anak memiliki potensi untuk berkembang dan berprestasi melalui bidang yang berbeda-beda. Karena itu, sekolah memiliki peran penting untuk menemukan potensi tersebut, memberikan pendampingan, serta menyediakan ruang yang cukup agar bakat dan kemampuan peserta didik dapat berkembang secara optimal.
“Prestasi Ananda Mustofa dan Ananda Maria menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik SD Muhammadiyah 3 Denpasar bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berdaya dan unggul melalui bidang yang berbeda-beda. Tugas sekolah adalah menemukan, menumbuhkan, dan memberikan ruang agar potensi tersebut berkembang secara optimal,” pungkasnya.
Capaian di PORSADIN VII Tingkat Provinsi Bali ini menjadi tambahan energi positif bagi SD Muhammadiyah 3 Denpasar untuk terus memperkuat pembinaan peserta didik, khususnya dalam bidang keagamaan, seni, karakter, dan prestasi. Dua juara, dua teladan, dan satu pesan penting: prestasi diraih melalui proses, ketekunan, dan keberanian untuk terus berkembang. Juara hari ini adalah kebanggaan sekolah, karakter dan kebermanfaatan di masa depan adalah tujuan yang lebih besar